Polri, Dewan Pers, dan Pimpinan Media Deklarasi Pemilu Damai 2024
Puluhan pemimpin redaksi media massa, Divisi Humas Polri, dan Dewan Pers menggelar deklarasi pemilu damai. Deklarasi Kawal Pemilu Damai 2024 ini menjadi komitmen bersama sebagai bentuk sinergitas menghadapi pesta demokrasi.
Kadiv Humas Polri Irjen. Pol. Sandi Nugroho menjelaskan, deklarasi tersebut merupakan pernyataan bersama untuk sepakat pemilu harus damai, punya semua pihak, dan memiliki tanggung jawab moril. Diharapkan dengan demikian, pemilu dapat berjalan dengan aman, damai, dan bermartabat.
“Pesan morilnya, perlu kita semua menjaga keberagamaan bangsa ini, peradaban yang telah dipupuk, kebhinekaan yang sudah lama terbangun. Mari kita jaga bersama semua,” jelas Kadiv Humas, Sabtu (28/10/23).
Ketua Dewan Pers, Ninik Rahayu, menambahkan bahwa peran media sangat penting dalam menentukan kesuksesan pesat demokrasi tersebut. Berbagai upaya pencegahan kerawanan menjelang Pemilu 2024 pun harus dilakukan bersama-sama.
“Karena media dan pers bukan menjadi contoh, tapi menjadi penentu tata kelola pemerintahan kita, menjunjung tinggi demokrasi itu adalah tanggung jawab pers,” ujar Ketua Dewan Pers, Sabtu (28/10/23).
Lebih lanjut Ketua Dewan Pers mengingatkan, pers menjadi penentu sistem demokrasi Indonesia. Sebab, sangat berpengaruh menjadikan masyarakat sebagai partisipasi aktif, memberikan informasi akurat, memberikan hiburan tata kelola pemilu, menjadi kontrol, mengelola daya pikir masyarakat, dan menjaga keberagaman yang ada di Indonesia.
“Atas nama Dewan Pers dengan seluruh konstituen para jurnalis dan pimpinan redaksi, saya ucapkan terima kasih kepada Kapolri dan Pak Kadiv Humas atas inisiasi deklarasi ini,” ungkap Ketua Dewan Pers.
Pembacaan deklarasi pun dipimpin oleh Ketua Dewan Pers dan diikuti oleh para pemimpin redaksi media massa.
“Kami pimpinan redaksi media siap menjaga Pemilu Tahun 2024 yang damai, aman, sejuk dan bermartabat demi sebesar-besarnya kemaslahatan publik,” ujar Ketua Dewan Pers yang diikuti para pemimpin redaksi.
Dalam deklarasi itu juga para pemimpin redaksi media menyatakan siap mentaati semua peraturan dan ketertiban yang terkait penyampaian informasi kepada masyarakat Indonesia. Poin selanjutnya, siap memberikan informasi yang akurat, netral dan obyektif kepada masyarakat Indonesia.
“Kami pimpinan redaksi media berkomitmen untuk menghindari publikasi berita yang bersifat bohong, tendensius, menyesatkan atau bersifat sensasional,” ujar para pemimpin redaksi.
Audiensi tersebut dilakukan guna mempererat hubungan antara Polri dengan media agar upaya menciptakan situasi kondusif semakin kuat.
Kadiv Humas mengaku, peran media massa sangat penting, terlebih saat ini sudah mulai memasuki tahun politik. Diharapkan, kolaborasi akan semakin erat untuk menciptakan pemilu damai.
“Dengan adanya pemilu yang cukup besar atau pesta demokrasi, persatuan dan kesatuan tetap harus dijaga,” ujar Kadiv Humas dalam sambutannya.
Perwakilan SMSI, H. M. Nasir, menegaskan bahwa di tahun politik ini memang pemberitaan positif harus terus digelorakan demi terwujudnya pesat demokrasi sesungguhnya.
“Pemberitaan jangan ugal-ugalan tapi pertimbangkan kejujuran, pemberitaan positif,” ungkapnya.
Menurutnya, Polri memang menjadi ujung tombak menjaga situasi tetap kondusif. Oleh karenanya, sinergitas media dengan Polri diperlukan agar terjalin keselarasan.
“Tujuan kita bagaimana membangun Indonesia walaupun belum optimal tetapi semoga bisa berjalan dengan baik,” tuturnya
Pesan Persatuan Disampaikan Presiden Jokowi Saat Hadiri Pengukuhan Pimpinan Pusat Pagar Nusa
Presiden berharap agar jajaran Pagar Nusa terus mengembangkan program-program yang dapat membentengi dan menjaga nusantara dari berbagai ancaman yang dapat merusak karakter serta jati diri bangsa Indonesia.
Presiden Joko Widodo menghadiri Pengukuhan Pimpinan Pusat Pagar Nusa masa khidmat 2023-2028 yang digelar di Lapangan Sepak Bola Jala Krida Mandala AAL, Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan dan Latihan (Kopdiklat) TNI Angkatan Laut, Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur, pada Minggu, 22 Oktober 2023. Foto: BPMI Setpres/Kris
Dipublikasikan pada Minggu, 22 Oktober 2023 12:00 WIB
Presiden Joko Widodo menghadiri Pengukuhan Pimpinan Pusat Pagar Nusa masa khidmat 2023-2028 yang digelar di Lapangan Sepak Bola Jala Krida Mandala AAL, Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan dan Latihan (Kopdiklat) TNI Angkatan Laut, Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur, pada Minggu, 22 Oktober 2023. Presiden berharap agar jajaran Pagar Nusa terus mengembangkan program-program yang dapat membentengi dan menjaga nusantara dari berbagai ancaman yang dapat merusak karakter serta jati diri bangsa Indonesia.
“Marilah saya mengajak terus mengasah, meningkatkan rasa cinta dan bangga terhadap bangsa kita dengan menjaga kedaulatan bangsa, melestarikan, dan mengembangkan kekayaan budaya nusantara,” ujar Presiden.
Presiden juga mengajak para jajaran Pagar Nusa untuk saling menjaga dan mendamaikan serta menjaga persatuan antarmasyarakat di Tanah Air. Menurut Presiden, hal tersebut penting dalam rangka menghadapi perubahan dunia yang begitu cepat.
“Kita semua adalah satu saudara, kita semua ini sedulur, semua adalah saudara sebangsa dan setanah air, sehingga persatuan yang kuat harus terus kita jaga agar kita semakin kuat dan tangguh menghadapi rintangan dan tantangan-tantangan dunia yang saat ini sangat cepat,” ungkap Presiden.
Selain itu, Presiden juga minta agar jajaran Pagar Nusa bersama-sama dengan pemerintah dan masyarakat untuk ikut serta menjaga dan memastikan pemilihan umum serentak pada tahun 2024 mendatang agar dapat berjalan dengan lancar dan baik. Presiden menyebut pemilu merupakan ajang kontestasi gagasan, ide, dan solusi sebagai modal untuk melakukan lompatan-lompatan kemajuan, bukan saling memfitnah.
“Jadi tolong nanti kalau ada saling fitnah di bawah, saling menjelekkan di bawah, itu tugasnya Pagar Nusa untuk mendamaikan, tugasnya Pagar Nusa untuk mensejukkan,” ucap Presiden.
“Terakhir saya sampaikan selamat bertugas selamat bekerja kepada Ketua Umum dan seluruh jajaran Pagar Nusa masa khidmat 2023-2028,” imbuh Presiden.
Turut hadir dalam acara tersebut adalah Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir, Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Abdullah Azwar Anas, Pangilma TNI Laksamana Yudo Margono, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Prawansa, dan Wakil Wali Kota Surabaya Armuji.
Mengenal Sejarah dan Makna Hari Santri Nasional 22 Oktober
Tanggal 22 Oktober 2023 ini merupakan Hari Santri Nasional. Lantas kenapa Hari Santri Nasional diperingati setiap tanggal 22 Oktober, yuk simak sejarah serta makna di baliknya.
Awalnya Hari Santri diusulkan pada Jumat (27/6/2014) saat kunjungan Joko Widodo saat masih menjadi calon presiden. Hal itu diusulkan oleh ratusan santri Pondok Pesantren Babussalam, Desa Banjarejo, Malang, Jawa Timur.
Hingga akhirnya tanggal 22 Oktober ditetapkan sebagai Hari Santri Nasional ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo melalui Keputusan Presiden (Keppres) Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2015 tentang Hari Santri pada 15 Oktober 2015 yang lalu.
Keputusan tersebut didasari oleh tiga hal, yaitu pertama karena dalam perjuangan merebut serta mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia ulama serta santri pondok pesantren memiliki peran yang besar. Ulama dan santri pondok pesantren juga memiliki peran dalam mengisi kemerdekaan Indonesia tersebut.
Alasan kedua adalah hari santri tersebut dibutuhkan untuk mengenang dan meneladani perjuangan serta peran para ulama dan santri dalam membela dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia, serta berkontribusi dalam pembangunan bangsa. Agar generasi selanjutnya dapat meneladani serta melanjutkan perjuangan tersebut.
Alasan ketiga adalah karena tanggal 22 Oktober tersebut merujuk pada Resolusi Jihad yang dicetuskan Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari, sebuah ketetapan yang menggerakkan massa untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Seruan itu mewajibkan setiap muslim untuk membela tanah air dan mempertahankan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia dari serangan penjajah
Dijelaskan bahwa resolusi jihad itu adalah peristiwa penting yang menggerakkan santri, pemuda dan masyarakat untuk bergerak bersama, berjuang melawan pasukan kolonial. Tujuan dari seruan itu adalah untuk menghadang kembali tentara Kolonial Belanda yang menyamar sebagai NICA (Netherlands Indies Civil Administration). Lalu para santri di Surabaya menyerbu Markas Bridge 49 Mahratta yang dipimpin oleh Brigadir Jenderal Aulbertin Walter Sothern Mallaby.
Pertempuran berkepanjangan itu berlangsung pada tanggal 27, 28, dan 29 Oktober 1945, dan berakhir dengan kematian Jenderal Mallaby dan sekitar 2.000 pasukan Inggris. Kejadian ini memicu kemarahan angkatan perang Inggris, yang kemudian memuncak dalam Peristiwa 10 November 1945.
Dengan diperingatinya tanggal 22 oktober sebagai Hari Santri Nasional, diharapkan agar perjuangan serta peran para ulama serta santri dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia dapat terus dikenang, serta dapat diteladani agar generasi yang akan datang mampu memiliki semangat mengisi kemerdekaan yang telah susah payah diperjuangkan tersebut.
Kepala Divisi Humas Polri
Mengucapkan
Selamat Hari Santri Nasional
“Jihad Santri Jayakan Negeri”
22 Oktober 2023
Kepala Divisi Humas Polri
Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum.
Amankan Capres dan Cawapres, Polri Kerahkan 446 Personel Terlatih
Mabes Polri bakal mengerahkan 445 personel untuk mengamankan pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) di Pilpres 2024.
Kadiv Humas Polri Irjen Sandi Nugroho menyebut bahwa pengamanan capres dan cawapres ini merupakan bagian dari Operasi Mantap Brata 2023-2024.
“Polri mengerahkan 455 personel untuk mengamankan pasangan calon presiden dan wakil presiden (Satgas Pam Capres atau Cawapres) peserta Pemilu 2024,” ujar Sandi dalam keterangannya Kamis, 19 Oktober 2023.
Menurut Sandi, personel Satgas Pam Capres atau Cawapres mulai bertugas melekat usai adanya penetapan pasangan calon (paslon) oleh KPU pada tanggal 13 November 2023.
“Personel Satgas Pam Capres atau Cawapres adalah personel yang terlatih dan lolos seleksi khusus untuk pengamanan VIP dan VVIP,” tuturnya.
Lebih lanjut, Sandi mengatakan, Polri juga menyiapkan 261.695 personel kepolisian dari tingkat Mabes Polri hingga polda jajaran di Indonesia dalam Operasi Mantap Brata 2024.
“Operasi Mantap Brata 2024 memiliki tujuan untuk menciptakan keamanan, kelancaran dan ketertiban pada setiap tahapan serentak Pemilu Tahun 2024,” kata Sandi
Kadiv Humas Polri, Irjen Pol. Sandi Nugroho, memimpin apel gelar pasukan dalam rangka kesiapan Satgas Humas Ops Mantap Brata 2023, yang bertujuan untuk mengamankan Pemilu 2024.
Satgas Humas Polri akan bertugas mulai dari persiapan, saat pemilihan, hingga pascapemilu serentak. Satgas ini dibagi menjadi tiga subsatgas, yaitu Subsatgas Peliputan, Subsatgas Publikasi, serta Subsatgas Pemantauan dan Viralisasi, dengan total 45 personel yang terlibat. “Total 45 personel yang terlibat,” kata Kadiv Humas pada Senin, 16 Oktober 2023.
Selain itu, tim juga dibagi ke dalam Operasi Nusantara Cooling System, di mana Satgas Humas membawahi Subsatgas Penmas dan Subsatgas Multimedia. Di satgas ini, 30 personel dilibatkan.
Kadiv Humas menyatakan bahwa Satgas Humas harus menunjukkan kinerja terbaik dan memastikan peralatan siap digunakan saat gelar pasukan Ops Mantap Brata 2023-2024. Gelar pasukan akan dilakukan pada Selasa, 17 Oktober 2023 di Lapangan Silang Monas. “Terus berkoordinasi intensif untuk meng-update perubahan kebijakan dan memonitor kegiatan Satgas lain,” ujar Sandi.
Dalam apel ini, Kadiv Humas juga melakukan pengecekan kesiapan dan menyatakan bahwa semua personel sudah siap untuk menjalankan operasional. Hal yang sama juga berlaku di seluruh Polda jajaran yang telah melakukan apel pengecekan kesiapan pada hari ini.
“Insha Allah hoaks bisa kita cegah dan tangkap demi tujuan pemilu kali ini berjalan aman dan damai,” kata dia.
Apel gelar pasukan Satgas Humas ini dilaksanakan sesuai dengan arahan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Dalam arahannya, Polri harus mewujudkan pesta demokrasi yang aman dan damai, serta mencegah potensi kerawanan yang mungkin terjadi.
“Kami telah mempersiapkan langkah-langkah dalam menghadapi tahapan Pemilu 2024, termasuk dalam pengamanan serta upaya meredam polarisasi atau isu-isu politik identitas, dengan berkolaborasi bersama tokoh-tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh daerah, dan seluruh elemen masyarakat,” kata Listyo Sigit dalam pernyataannya pada Kamis, 9 Februari 2023.
Menanam Pohon Merupakan Sunnah Rasul dan Sebuah Bentuk Hubungan Baik Sebagai Manusia Dan Alam
Rasulullah Muhammad SAW Menegaskan Pentingnya Menanam Pohon Sebuahi Bentuk Hubungan Baik Sebagai Manusia Dan Alam
Bumi dan seisinya adalah ciptaan Allah SWT yang harus dijaga. Salah satu caranya yakni dengan menjaga lingkungan agar tetap asri. Rasulullah SAW menganjurkan untuk menanam pohon sebagai cara melestarikan lingkungan sekaligus amalan untuk sedekah.
Rasulullah SAW mengajari para sahabat cara bercocok tanam. Cara inilah yang kemudian dicontoh, dilakukan serta diwariskan oleh pada sahabat dan generasi sesuda
Anas ra meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Seorang muslim tidaklah menanam sebatang pohon atau menabur benih ke tanah, lalu datang burung atau manusia atau binatang memakan sebagian daripadanya, melainkan sesuatu yang dimakan itu merupakan sedekahnya.” (HR Bukhari)
Melalui hadits tersebut, Rasulullah SAW menegaskan pentingnya menanam pohon sebagai bentuk hubungan yang baik sebagai manusia dengan alam.
Mengutip buku Hadits-Hadits Tarbawi oleh M. Ainur Rasyid, dalam Al-Qur’an telah dijelaskan melalui banyak ayat tentang pentingnya memperhatikan lingkungan. Salah satunya termaktub dalam surat Al A’raf ayat 56
Arab-Latin: Wa lā tufsidụ fil-arḍi ba’da iṣlāḥihā wad’ụhu khaufaw wa ṭama’ā, inna raḥmatallāhi qarībum minal-muḥsinīn
Artinya: Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.
Hadits Menanam Pohon dan Menjaga Lingkungan
1. Amalan yang bernilai sedekah
عَنْ جَابِرٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَغْرِسُ غَرْسًا إِلاَّ كَانَ مَا أُكِلَ مِنْهُ لَهُ صَدَقَةٌ وَمَا سُرِقَ مِنْهُ لَهُ صَدَقَةٌ وَلاَ يَرْزَؤُهُ أَحَدٌ إِلاَّ كَانَ لَهُ صَدَقَةٌ إِلَى يَوْمِ القِيَامَةِ
Artinya, “Dari sahabat Jabir ra, ia berkata, Rasulullah saw bersabda, ‘Tiada seorang muslim yang menanam pohon kecuali apa yang dimakan bernilai sedekah, apa yang dicuri juga bernilai sedekah. Tiada pula seseorang yang mengurangi buah (dari pohon-)nya melainkan akan bernilai sedekah bagi penanamnya sampai hari Kiamat,'” (Imam Zakiyuddin Abdul Azhim Al-Mundziri, At-Targhib wat Tarhib minal Haditsisy Syarif, [Beirut, Darul Fikr: 1998 M/1418 H], juz III, halaman 304).
Artinya, “Dari sahabat Anas ra, Rasulullah saw bersabda, ‘Tiada seorang muslim yang menanam pohon atau menebar bibit tanaman, lalu (hasilnya) dimakan oleh burung atau manusia, melainkan ia akan bernilai sedekah bagi penanamnya,'” (HR Bukhari, Muslim, dan At-Tirmidzi).
3. Pahala jariyah
عن مُعَاذِ بْنِ أَنَسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ مَنْ بَنَى بُنْيَانًا فِى غَيْرِ ظُلْمٍ وَلَا اعْتِدَاءٍ أَوْ غَرَسَ غَرْسًا فِى غَيْرِ ظُلْمٍ وَلَا اعْتِدَاءٍ كَانَ لَهُ أَجْرٌ جَارِيًا مَا انْتَفَعَ بِهِ مِنْ خَلْقِ الرَّحْمَنِ عَزَّ وَجَلَّ رواه أحمد
Artinya, “Dari sahabat Muadz bin Anas ra, Rasulullah saw bersabda, ‘Siapa saja yang mendirikan bangunan atau menanam pohon tanpa kezaliman dan melewati batas, niscaya itu akan bernilai pahala yang mengalir selama bermanfaat bagi makhluk Allah yang bersifat rahman,'” (HR Ahmad).
4. Ada pahala dari pohon yang berbuah
عن رجل من أصحاب النبي قَالَ سمعت رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم مَنْ نَصَبَ شَجَرَةً فَصَبَرَ عَلَى حِفْظِهَا وَالْقِيَامِ عَلَيْهَا حَتَّى تُثْمِرَ كَانَ لَهُ فِى كُلِّ شَىْءٍ يُصَابُ مِنْ ثَمَرِهَا صَدَقَةٌ عِنْدَ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ رواه أحمد
Artinya, “Dari salah seorang sahabat ra, ia mendengar Rasulullah saw bersabda, ‘Siapa saja yang menanam pohon lalu sabar menjaga dan merawatnya hingga berbuah, maka setiap peristiwa yang menimpa buahnya akan bernilai sedekah bagi penanamnya di sisi Allah,'” (HR Ahmad).
Artinya, “Dari sahabat Abu Ayub Al-Anshari ra, dari Rasulullah saw, ia bersabda, ‘Tiada seorang yang menanam pohon, melainkan Allah akan mencatat pahala baginya sekadar buah yang dihasilkan oleh pohon tersebut,'” (HR Ahmad).
Artinya, “Hadits sahabat Anas bin Malik ra, Rasulullah saw bersabda, ‘ Ada tujuh yang pahalanya mengalir terus kepada seseorang di alam kuburnya: (1) orang yang mengajarkan ilmu, (2) orang yang mengalirkan (mengeruk atau meluaskan) sungai, (3) orang yang menggali sumur, (4) orang yang menanam pohon kurma, (5) orang yang membangun masjid, (6) orang yang mewariskan mushaf, (7) orang yang meninggalkan anak keturunan yang memintakan ampunan baginya sepeninggal kematiannya,'” (HR Al-Bazzar, Abu Nu’aim, dan Al-Baihaqi).
Begitu jelas cara Rasulullah mengajarkan umatnya agar memiliki kepedulian pada lingkungan. Semua itu merupakan wujud dari menjaga kelestarian lingkungan agar tercipta harmoni antara manusia dengan alam.
Humas Polri Gelar Pasukan Kesiapan Satgas Humas Dalam Pengamanan Pemilu 2024
Jakarta. Kadiv Humas Polri Irjen. Pol. Sandi Nugroho memimpin apel gelar pasukan kesiapan Satgas Humas Ops Mantap Brata 2023. Operasi tersebut digelar dalam rangka pengamanan Pemilu 2024.
Kadiv Humas menyatakan, Satgas Humas akan melaksanakan tugas dari mulai persiapan, saat pemilihan, hingga pascapemilu serentak. Dalam satgas ini, dibagi menjadi tiga subsatgas, yakni Subsatgas Peliputan, Subsatgas Publikasi, serta Subsatgas Pemantauan dan Viralisasi.
“Total 45 personel yang terlibat,” ungkap Kadiv Humas, Senin (16/10/23).
Ditambahkan Kadiv Humas, tim juga dibagi ke dalam Ops Nusantara Cooling System, di mana Satgas Humas membawahi Subsatgas Penmas dan Subsatgas Multimedia. Di satgas ini, 30 personel dilibatkan.
Lebih lanjut Kadiv Humas menyatakan, Satgas Humas harus menampilkan performa terbaik dan pastikan peralatan siap dipakai saat gelar pasukan Ops Mantap Brata 2023-2024. gelar pasukan sendiri akan dilakukan pada Selasa (17/10/23) di Lapangan Silang Monas.
“Terus berkoordinasi intensif untuk meng-update perubahan kebijakan dan memonitor kegiatan Satgas lain,” jelas Kadiv Humas.
Dalam apel ini, Kadiv Humas pun melakukan pengecekan kesiapan dan menyatakan seluruhnya sudah siap melakukan operasi. Begitupun di Polda jajaran yang hari ini juga telah melakukan apel pengecekan kesiapan.
“Insha Allah hoaks bisa kita cegah dan tangkap demi tujuan pemilu kali ini berjalan aman dan damai,” ujar Kadiv Humas.
Apel gelar pasukan Satgas Humas ini sebagaimana arahan Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo. Dalam arahannya, Polri harus mewujudkan pesta demokrasi yang aman dan damai, serta mencegah berbagai kerawanan.
“Kesiapan menghadapi tahapan Pemilu 2024 tentunya kita juga persiapkan langkah dari persiapan pengamanan, langkah untuk meredam terjadinya polarisasi atau hal-hal yang mengarah ke politik identitas dengan cooling system bekerja sama dengan tokoh-tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh daerah dan seluruh elemen masyarakat,” ungkap Jenderal Sigit dalam keterangannya, Kamis (9/2/2023).
Perkuat Sinergisitas, Polri dan Jurnalis Gelar Seven Soccer
Jakarta. Kadiv Humas Polri Irjen. Pol. Sandi Nugroho membuka acara Seven Soccer yang diikuti seluruh jajaran Divisi Humas dan jurnalis. Sebanyak 105 peserta memeriahkan acara tersebut.
Seven Soccer ini merupakan salah satu rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-72 Divisi Humas Polri.
Kadiv Humas Polri menjelaskan, perayaan hari jadi dengan seven soccer merupakan bentuk memperkuat hubungan antara Polri dengan para jurnalis. Bagaimana tidak, kerja-kerja Polri disampaikan ke masyarakat, salah satunya dengan publikasi media yang dilakukan para jurnalis.
“Sebagai mitra strategis Polri, tentunya sangat penting untuk Divhumas Polri membangun semangat kolaborasi dengan rekan-rekan media yang salah satunya kita melaksanakan kegiatan sepak bola seven soccer hari ini,” ujar Kadiv Humas, Sabtu (14/10/2023).
Lebih lanjut Kadiv Humas menuturkan, kolaborasi dan sinergisitas bersama jurnalis akan sangat dibutuhkan ke depannya. Terlebih, proses pengamanan Pemilu 2024 yang kini sudah di depan mata.
Sebagaimana perintah Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, mewujudkan pesta demokrasi yang aman dan damai membutuhkan kerja semua pihak. Dengan begitu, makna demokrasi yang sebenarnya akan terwujud.
“Kita harus bersama-sama menjaga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif,” ungkap Kadiv Humas
HUT Humas Polri Ke-72 Dirayakan Dengan Gerakan Pelestarian Lingkungan
Jakarta. Divisi Humas Polri melakukan penanaman mangrove di Taman Wisata Muara Angke, Jakarta Utara. Penanaman mangrove tersebut dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-72 Humas Polri.
Kadiv Humas Polri Irjen. Pol. Sandi Nugroho menyatakan, perayaan hari jadi Humas Polri ini dilakukan dengan menanam mangrove karena mengingat fenomena el nino belakangan ini. Tak dipungkiri, fenomena tersebut telah menyebabkan kekeringan di beberapa daerah.
Menurut Kadiv Humas, polusi yang semakin tinggi belakangan ini juga menjadi alasan lain gerakan menanam mangrove ini. Oleh karenanya, penanaman mangrove ini diharapkan dapat membantu mengurangi dampak perubahan iklim yang terjadi.
“Penanaman pohon ini tidak hanya dilakukan di sini, tapi serentak di seluruh Indonesia sebagai wujud nyata Polri membantu mengatasi dampak perubahan iklim,” ujar Kadiv Humas, Jumat (13/10/23).
Disebutkan Kadiv Humas, penanaman pohon seperti ini tak hanya akan membantu generasi saat ini, tetapi hingga beberapa generasi berikutnya.
“Ini kami lakukan di 35 titik oleh Bid Humas Polda jajaran dengan total 250.000 pohon yang ditanam di tambah pelepasan bibit ikan,” ungkap Kadiv Humas.
Lebih lanjut dijelaskan Kadiv Humas, gerakan ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk berpartisipasi menjaga lingkungan. Hal itu sebagaimana harapan Presiden Jokowi dan Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo yang diutarakan berkali-kali, bahkan dalam KTT AIS Forum 2023.
Presiden dan Jenderal Sigit juga menyuarakan gerakan menanam mangrove di sepanjang pantai Indonesia. Dengan kebersamaan menjaga lingkungan, maka pelestarian lingkungan akan semakin menyelamatkan generasi selanjutnya